Refress, konsentrasi dan fokus pada saat belajar

Spidol dan Tepuk Tangan


 
Kelas siang, memiliki tantangan tersendiri bagi seorang pendidik atau pelajar untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Lain ceritanya jiga proses belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hari pendidik dan perserta didik masih segar dan semangat yang tinggi. Tantangan yang dihadapi seorang pendidik yaitu bagaimana seorang pendidik dapat melaksanakan pembelajaran dengan semangat tinggi dan memotivasi peserta didik untuk tetap belajar dengan menyenangkan, aktif, kreatif dalam kondisi apapun. Umumya pada kelas siang atau menjelang tengah hari motivasi belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh faktor kelelahan, konsentrasi menurun, gerah, lapar dan mengantuk. seperti halnya rasa kantuk yang melada guru maupun peserta didik ketika menjelang siang, tidak hanya dipengaruhi oleh karena kurang tidur, kelelahan, namun ada kebiasaan lain ketika sedang istirahat mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak, seperti gorengan, kue atau jajanan yang banyak lemaknya, dan mengadung zat pengawet dan pewarna makanan, menurut pakar gizi jika banyak mengkonsumsi makanan tersebut tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan tersebut sehingga menimbulkan rasa kantuk setelah menkonsumsinya, ada baiknya mengkonsumi buah-buahan yang dapat diproduksi dengan cepat menjadi energi, seperti pisang dan buah lainnya.

Rencana pembelajaran menjadi acuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, meliputi berbagai komponen, seperti materi, metode dan langkah-langkah pembelajaran secara runtut dengan pengaturan waktu yang telah direncanakan. Namun, apakah semua rencana yang telah disiapkan akan berjalan sesuai harapan dan rencana pembelajaran?. belum tentu, setiap kelas memiliki karakteristik berbeda dengan kelas lainnya dan tiap kelas memiliki dominasi gaya belajar peserta didik (tema ini akan dibahas pada artikel berikut).

Dengan energi yang tersisa, berjalan menuju kelas. setelah mengucapkan salam dan peserta didik menjawab dengan serempak. Terlihat berbagai raut muka dan sorot mata para peserta didik. Ada raut muka kelelahan, ngantuk, loyo, berbinar, berbagai hal yang dapat disaksikan pada kelas tersebut. Banyak para siswa duduknya sudah tidak nyaman lagi, suhu ruangan panas, sirkulasi udara tidak baik, meskipun di sekolah tersebut membutuhkan pendingin ruangan tapi tetap saja pada siang hari suhu menjadi meningkat. Berbeda halnya yang terjadi di lapangan, melihat wajah ceria mereka dan berbanding terbalik ketika ada di kelas. Ini yang membuat kita tidak nyaman dan merasa terganggu dengan kondisi peserta didik, karena kita harus yakini belajar dengan menyenangkan, adanya unsur tantangan akan memberikan hasil yang optimal. 

Melihat kondisi itu, tentunya kita dihadapkan pada dua pilihan yaitu pertama mengabaikan semua yang terjadi dan terus menyampaikan materi sesuai dengan rencana pembelajaran. Kedua yaitu berusaha dan mencari cara untuk mengembalikan peserta didik agar dapat belajar penuh semangat dan tetap fokus. Upaya agar dapat mengembalikan semangat dan fokus perseta didik dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau lainnya.

Agar rasa kantuk hilang setelah semua jendela dan pintu terbuka, terkadang saya mengajak siswa untuk sedikit peregangan tubuh dan latihan mengatur pernapasan, siswa diajak untuk berdiri mendorong kedua tangan ke berbagai arah, membengkokan kedua tubuhnya ke samping, bawah dan belakang dilanjutkan dengan pengaturan pernapasan sampai tiga kali repetisi. Anak diperintahkan berdiri tegak, kedua kaki rapat, tangan di samping badan, pada hitungan 1 angkat kedua tangan ke atas secara sentak sambil menarik napas melalui hidung sampai hitungan 8, dan menurunan kembali tangan ke bawah sampai mengeluarkan napas dari mulut, pada pengulangan ketiga anak diperintahkan untuk menurukan tangan sampai berteriak sekeras-kerasnya. Itu yang dilakukan pada menit pertama atau ketika anak terlihat malas belajar atau mengantuk.

Selain itu saya coba dengan trik lain yaitu dengan mengunakan spidol dan tepuk tangan, ini dilakukan untuk mengecek konsentrasi peserta didik. langkah pertama yang saya lakukan dengan menanyakan kepada siswa yang duduk dibelakang benda yang dipegang guru, dengan suara agak keras “kiki benda apa yang bapak pegang?”, “spidol pa” jawab bobi. pasti ada ada siswa yang berceloteh “sudah tahu ko nanya” ada-ada saja”. Nah begini “spidol ini akan bapak lemparkan ke atas, pada saat spidol lepas dari tangan kalian semua harus tepuk tangan dan tepuk tangan berhenti jika spidol sudah ada digengaman bapak baik tangan kanan atau tangan kiri, paham?”, "paham pak, jawab mereka" “ayo kita coba”. lempar spidol ke atas agak tinggi, lalu tangkap kembali, ketika spidol lepas dari tangan, peserta didik semua tepuk tangan, namun masih banyak peserta didik yang bertepuk tangan, hal ini menunjukan konsentrasi mereka turun. Ulangi kembali, dengan melempar spidol diarahkan ke sebelah kiri dan tangkap dengan tangan kiri, pura-pura melepaskan spidol padahal spidol tidak lepas dari tangan, apakah peserta didik bertepuk tangan? lempar spidol ke atas lalu pura-pura tangkat, tapi terjatuh ke lantai, apakah peserta didik berhenti atau lanjut bertepuk tangan. Cara tersebut dapat dilakukan, jika konsentrasi anak sedang turun dan dapat dilakukan beberapa kali atau sesuai kebutuhan. Selamat mencoba.


Mekarhurip, 20/12/2020

Membuat Kesan Pertama di Awal Pembelajaran

Membuat kesan pertama.

Memasuki kelas dan bertemu siswa merupakan pekerjaan sehari-hari pada pendidik. Apakah yang dilakukan reaksi dan respon mereka terhadap kita. Ada yang girang, tegang, ngantuk itu adalah yang mungkin timbul. Karena dari sekian siswa di kelas tidak semuanya menyukai kita. Penyebab mereka yang ditimbulkan dari raut wajah karena dua hal mereka senang dengan gaya mengajar kita, maka sekuat mungkin mereka belajar materi dari pelajaran. Ada pula mereka tidak menyenangi mata pelajaran atau materi yang disampaikan karena mereka merasa tidak mampu. Dua perbedaan tersebut pada akhir semester atau setiap kali ujian, mereka akan berupaya untuk mencapai yang terbaik sesuai kemampuan, atau berbagai cara yang mereka lakukan untuk meraih nilai yang diharapkan.

Apa yang harus dilakukan seorang pendidik pada saat masuk ruangan atau bertemu dengan para siswa. Guru telah menyiapkan rencana pembelajaran mulai dari menit pertama sampai jam pelajaran selesai. Dalam rencana tersebut disusun dengan urutan yang jelas. Yang seringkali dilupakan oleh guru, apalagi guru tersebut sangat konsisten dengan rencana pembelajaran yang telah disusunnya. Namun apakah rencana pembelajaran tersebut sesuai dengan kondisi anak pada saat itu? Pagi dan siang, pelajaran pertama dan kedua siswa masih antusias, dan mendekati jam pelajaran terakhir kondisi fisik dan daya konsentrasi anak akan menurun karena kelelahan, panas dan semangatnya menjadi turun.

Profil

DAFTAR RIWAYAT HIDUP



Nama                           : Dudi Hartono, S.Si., M.Pd.
Tempat Tanggal Lahir : Majalengka, 5 Juni 1979
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Agama                         : Islam
Status Pernikahan        : Menikah
Alamat                         : Blok Sadahurip RT 06 RW 03 Desa Mekarhurip Kec. Talaga
                                       Kabupaten Majalengka - Jawa Barat 45463
No. HP/WA                  : 082324577579
Email                           : thoriqharyati@gmail.com, dudihartono56@guru.smp.belajar.id
Website                        : https://dudihartono79.blogspot.con

Riwayat Pendidikan

SD       : SDN Sukahurip Lulus Tahun 1992
SMP    : SMP Negeri 1 Talaga Lulus Tahun 1995
SMA    : SMU Negeri Talaga Lulus Tahun 1998
S1        : Prodi Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI ) Lulus Tahun 2004
S2        : Prodi Pendidikan Jasmani Universitas Pendidikan Indonesia (UPI ) Lulus Tahun 2004


Pengalaman Organisasi

  • Ketua DPM Hima Program Studi Ilmu Keolahragaan Tahun 2001 – 2002
  • Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan BEM FPOK UPI Bandung Tahun 2002 – 2023
  • Sekretaris BPD Desa Campaga Kecamatan Talaga Tahun 2006 – 2012
  • Ketua BPD Desa Mekarhurip Kecamatan Talaga Tahun 2012 sampai sekarang
  • Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan Ikatan Guru Olahraga Nasional tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2022 sampai sekarang
  • Anggota MGMP Pendidikan Jasmani Kabupaten Majalengka
  • Anggota PGRI Kabupaten Majalengka

Pengalaman Kerja

  • Guru PJOK di SMP Negeri 2 Talaga dari tahun 2004 – 2014
  • Guru PJOK di SMP Negeri 1 Bantarujeg dari Tahun 2014 – 2019
  • Guru PJOK dan Wakasek Bidang Kurikulum di SMP Negeri 1 Malausma dari 2019 sampai sekarang
  • Ketua Yayasan An Nuur Asyamsiah dalam bergerak bidang pendidikan dari tahun 2017 sampai sekarang

Dudi Hartono adalah nama yang diberikan kepada kedua orang tuanya, pendidikannya banyak diselesaaikan di kampung halamannya dari mulai SD sampai SMA yaitu di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka, baru setelah masuk perguruan tinggi ia tinggal di bandung bersa pamannya yaitu di kiara condong Bandung. Ia tercatat sebagai salah satu mahasiswa program study Ilmu Keolahragaan di Fakultas Olah raga Universitas Pendidikan Indonesia dan Lulus tahun 2004. pada tahun 2023 telah lulus dari Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada program studi Pendidikan Jasmani.

Semasa sekolah di SMP sampai SMA, tempat sekolah dan rumah tinggalnya cukup jauh, dan dilakukan dengan berjalan kaki karena pada watu itu belum ada kendaraan dari arah tempat tinggalnya, suka duka waktu bersekolah adalah ketika musim penghujang datang, karena harus melintasi sungai, maka dari rumah harus membawa dua celana, satu celana untuk sekolah satu celana untuk menyebrang, celana yang basah di jemur di pinggir sungai dan ketika pulang celana tersebut dipake lagi untuk menyebrang sungai.


olahraga kini dan nanti


Olahraga merupakan salah satu aspek yang tidak bisa lepas dari kehidupan modern, banyak orang yang sudah merasakan manfaat dari olahraga, apakah itu dari segi kesehatan, pendidikan, dan prestasi yang dicapai dan tidak sedikit orang yang memanfaatkan olahraga sebagai kendaraan politik untuk mencapai posisi penting dalam kepemerintahan. Sekarang ini, perkembangan oalahraga semakin pesat, kemajuan teknologi dan pekembangan ilmu dalam bidang olahraga, maka olahraga pun lebih maju. Dengan banyaknya media atau peralatan yang banyak dijual di pasaran memungkinkan banyak orang tidak susah-susah dating ke lapangan untuk berolahraga.

Sekarang ini, olahraga tidak kegiatan yang hanya membuang waktu dan kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Orang dengan kesibukan tinggi karena pekrjaan yang banyak menyita waktu mereka tiap hari atau minimal tiga minggu sekali menyempatkan diri untuk berolahraga yang tujuannya yaitu untuk mempertahankan kemampuan fisik atau yang lebih dikenal dengan kebugaran jasmani. Dengan kebugaran jasmani yang baik akan menunjang produktivitas kerja. Sehingga bekerja lebih lama dan tingkat konsentrasi akan lebih baik. Contoh kongkrit dari olahraga yang rutin dilakukan dengan dosis yang sesuai dengan kondisi dan fisik dan usia, orang tersebut akan memiliki kerja jantung yang efisien. Orang yang tidak berolahraga denyut jantung  sekitar 70 – 80 denyut permenit dan orang yang rajin melakukan olahraga denyut jantungnya 40 – 50 denyut permenit. Ini terjadi penurunan 30 denyut permenit, hal ini akan memberi dampak yang efisien bagi kerja jantung. Bahwa dengan olahraga yang teratur sekali kerja jantung akan lebih banyak memompa darah ke seluruh tubuh dan volume darah di tubuh orang sehat sekita 5 liter. Sekali bekerja jantung memompa darah sekitar 125 mililiter darah dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan olahraga jantung memompa darah ke jantung sekitar 72 mililiter darah. Dengan demikian jantung akan lebih kuat dan sehat karena memiliki otot yang sehat. 
bersambung .... 

Kontribusi Momentum Linier Lari Awalan dan Power Tungkai Terhadap Hasil Lompatan Dalam Olahraga Lompat Jauh

lompat jauh
lompat jauh


Oleh
Dudi Hartono, S.Si

Abstrak

       Permasahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar kontribusi momentum linier lari awalan pada jarak 35 meter dan power tungkai terhadip hasil lompatan dalam olahraga lompat jauh? sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi momentum linier lari awalan pada jarak 35 meter dan power tungkai terhadip hasil lompatan dalam olahraga lompat jauh.
        Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian desktiftif. sampel yang digunakan berjumlah 45 orang dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) pengukuran berat badan; 2) pengukuran kecepatan lari awalan dan 3) standing broad jump test, untuk mengukur power tungkai, tes lompat jauh untuk mengukur hasil lompatan. data hasil tes dan pengukuran yang penulis dapatkan, diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan statistik multiple correlation. hasil yang diperoleh dari perhitungan dikonversi ke dalam bentuk persentase dari hasil korelasi momentum linier lari awalan dan power tungkai terhadap hasil lompatan dalam olaharaga lompat jauh.
         Data hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kontribusi kedua varibel bebas yaitu momentum linier lari awalan dan power tungkai terhadap hasil lompatan dalam olahraga lompat jauh berbeda. Persentase untuk kontribusi momentum linier lari awalan pada jarak 35 meter sebesar 22,09% dan power tungkai sebesar 33,54%.
            Hasil dari analisis dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa untuk menigkatkan hasil lompatan dalam olahraga lompat jauh, para pelatih atau guru dan praktisi olahraga khusunya dalam atletik, hendaknya menekankan pada pembentukan momentum linier lari awalan dan power tungkai, untuk meningkatkan hasil lompatan karena kedua hal tersebut memberikan dukungan yang signifikan.

Peluang Berat Persib, Lolos Fase 16 Besar ACL Two

 Warga Negara pencinta sepak bola tentunya berharap persib sebagai tim kebanggaan bobotoh bisa membawa nama baik dan menaikan peringkat Li...