Peluang Berat Persib, Lolos Fase 16 Besar ACL Two

 Warga Negara pencinta sepak bola tentunya berharap persib sebagai tim kebanggaan bobotoh bisa membawa nama baik dan menaikan peringkat Liga. 


Persib, bobotoh


Hasil Leg Ke-1

Hasil akhir pertandingan leg ke-1 antara Persib Bandung Indonesia Vs Rancaburi FC Thailand dimenangkan oleh Rancaburi dengan skor 3 - 0. Hal ini memberikan tekanan berat bagi tim kebanggaan para bobotoh sa alam dunya. Tentunya tekanan tersebut bertambah besar tidak hanya datang dari para bobotoh di tambah pula hasil final leg ke-1. 

Para pemain dan tim kepelatihan adalah orang merasakan dampak dari hasil tersebut. Namun masih ada kesempatan dan peluang untuk lolos dengan cara bekerja keras untuk memenangkan pertandingan dengan skor harus lebih dari 4 gol tanpa kebobolan di kandang. 


Menatap Pertandingan Leg Ke-2

Setiap pertandingan yang dihadapi tidaklah mudah butuh taktik, strategi yang khusus untuk setiap pertandingan. Komposisi pemain yang diturunkan menggambarkan strategi dan taktik yang akan di terapkan. Bojan Hodak sebagai pelatih kepala Persib Bandung bersama tim kepelatihan sudah pasti memahami karakter, kelebihan dan kekurangan para pemain, sehingga menurunkan pemain penuh dengan perhitungan yang matang. Selain itu, tim analis mempersiapkan hasil analisa lawan yang akan di hadapi. Ini adalah cara untuk menentukan taktik dan strategi yang akan digunakan. 

Hasil final leg ke-1, bukan hasil untuk dibenci, dibuli, dan lainnya. Tapi hasil untuk menjadi evaluasi dan motivasi negatif untuk bangkit dari keterpurukan. Para psikolog, keluarga, dan manajemen tentunya sangat berperan untuk membangkitkan tim maung bandung

Apakah Persib Masih Berpeluang lolos? 

Kemungkinan itu ada, dan masih ada waktu untuk persiapan sebelum pertandingan di mulai. 

2 x 45 menit adalah waktu normal pertandingan sepak bola. Dalam tentang waktu tersebut persib harus minimal menciptakan 4 peluang dan berakhir dengan gol. Tapi tim lawan yaitu Rancaburi FC, bisa saja menggunakan strategi bertahan selama 90 menit dan ini akan menyulitkan persib. 

Hitungan matematis, peluang itu tetap ada meskipun kecil. Tetapi 90 menit adalah waktu untuk menentukan nasib persib lolos dari fase 16 Besar ACL Two. Hasil apapun yang diraih di akhir pertandingan Leg Ke-2 adalah buah dari kerja keras, kerja cerdas dan dukungan para bobotoh. 



Panduan Lengkap Olahraga untuk Pemula: Pemanasan, Latihan Inti, dan Pendinginan yang Benar

Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Namun, bagi pemula, sering kali muncul pertanyaan: bagaimana cara memulai olahraga dengan benar agar tidak cedera dan tetap efektif? Jawabannya ada pada tiga tahap penting: pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.

Kalau Anda baru mulai berolahraga, panduan ini akan membantu memahami cara olahraga yang benar dari awal sampai akhir, dengan bahasa sederhana dan mudah dipraktikkan.

Panduan olahraga untuk pemula
Panduan olahraga untuk pemula


Mengapa Urutan Olahraga Itu Penting?

Bayangkan tubuhmu seperti mesin mobil di pagi hari yang dingin. Jika kamu langsung menginjak gas sedalam mungkin tanpa memanaskan mesin, komponen di dalamnya bisa aus atau rusak. Begitu juga dengan otot dan sendi kita.

Melakukan olahraga dengan urutan yang benar bukan hanya soal gaya-gayaan, tapi soal memberikan waktu bagi jantung, paru-paru, dan otot untuk beradaptasi dengan perubahan intensitas aktivitas.

Urutan yang benar membantu:
Itulah mengapa setiap sesi olahraga sebaiknya selalu terdiri dari tiga bagian utama.

1. Pemanasan (Warm-Up): "Membangunkan" Tubuh

Durasi untuk melakukan pemanasan yaitu  5–10 Menit. Pemanasan adalah fase persiapan. Tujuannya agar semua sistem tubuh siap bekerja.

Manfaat Pemanasan

  • Melancarkan aliran darah
  • Mengurangi kekakuan otot
  • Mencegah cedera
  • Meningkatkan fokus saat latihan

Contoh Pemanasan untuk Pemula (5–10 Menit)

Anda bisa melakukan gerakan ringan seperti:
Lakukan dengan tempo santai, jangan terburu-buru.h meningkatkan suhu tubuh dan aliran darah ke otot agar lebih elastis.

2. Latihan Inti (Main Workout): "Menu Utama"

Durasi untuk melakukan latihan inti adalah 20–40 Menit. Inilah fase di mana kamu melakukan aktivitas utama sesuai tujuanmu, baik itu membakar lemak, membentuk otot, atau meningkatkan stamina.

Contoh Latihan Inti untuk Pemula

Pilih 3–5 gerakan berikut:
Lakukan 10–15 repetisi per gerakan atau 20–30 detik per set. Ulangi 2–3 set. Jika terasa lelah, istirahat sebentar. Dengarkan tubuh Anda.

3. Pendinginan: Mengembalikan Tubuh ke Kondisi Normal

Sering dianggap sepele dan paling sering dilewatkan, padahal pendinginan sangat krusial! Fase ini berfungsi untuk mengembalikan detak jantung ke kondisi normal secara perlahan dan mencegah darah mengumpul di kaki yang bisa menyebabkan pusing.

Banyak orang melewatkan pendinginan karena merasa sudah selesai. Padahal, tahap ini sangat penting.
Pendinginan membantu menurunkan detak jantung secara perlahan dan mencegah rasa pegal berlebihan.

Manfaat Pendinginan

  • Mengurangi nyeri otot
  • Membantu relaksasi tubuh
  • Mempercepat pemulihan
  • Menghindari pusing setelah olahraga

Contoh Pendinginan (5–10 Menit)

Lakukan stretching statis seperti:
  • Peregangan paha depan dan belakang
  • Peregangan betis
  • Stretching bahu dan lengan
  • Tarik napas dalam sambil rileks
Tahan setiap posisi 15–30 detik.

Kesalahan Umum Pemula Saat Olahraga

Agar hasil lebih maksimal, hindari kebiasaan berikut :
  • Langsung latihan tanpa pemanasan
  • Olahraga terlalu keras di awal
  • Tidak minum air yang cukup
  • Melewatkan pendinginan
  • Tidak memberi waktu istirahat pada tubuh
Ingat, olahraga bukan tentang siapa paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten.

Tips Agar Pemula Tetap Semangat Berolahraga

  • Mulai dari durasi pendek (15–30 menit)
  • Tentukan jadwal rutin
  • Pilih olahraga yang disukai
  • Dengarkan tubuh
  • Nikmati prosesnya
Lebih baik olahraga ringan tapi rutin, daripada berat tapi hanya sesekali.

Kesimpulan : Konsistensi adalah Kunci

Olahraga bukan tentang seberapa hebat kamu melakukannya dalam satu hari, tapi seberapa rutin kamu melakukannya dalam jangka panjang. Dengan mengikuti rumus Pemanasan, Latihan Inti dan Pendinginan, kamu sudah memberikan perlindungan terbaik untuk tubuhmu.

Ingat, tubuhmu adalah investasi jangka panjang. Jangan terburu-buru, nikmati prosesnya, dan mulailah dengan langkah kecil hari ini!

Pemula Wajib Tahu : Dosis Latihan, Intensitas Olahraga, dan Jadwal 150 Menit per Minggu

Banyak orang ingin mulai hidup sehat, tapi sering bingung harus olahraga berapa lama, seberapa berat, dan kapan waktunya. Tidak sedikit juga yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena merasa terlalu capek atau tidak melihat hasil.

Dosis Latihan, Intensitas Olahraga, dan Jadwal 150 Menit per Minggu
Olahraga untuk Pemula

Mengapa Olahraga Itu Penting?

Olahraga bukan hanya soal bentuk tubuh, tapi juga kesehatan jangka panjang. Dengan rutin bergerak, tubuh jadi lebih bugar, risiko penyakit berkurang, dan mood pun lebih stabil. Nah, bagi pemula sering muncul pertanyaan: berapa lama harus olahraga? seberapa berat intensitasnya? dan bagaimana jadwal yang ideal?

Dosis Latihan yang Direkomendasikan

Dosis latihan adalah “takaran” olahraga yang terdiri dari tiga hal utama:
  • Frekuensi yaitu berkaitan dengan berapa kali latihan dalam seminggu
  • Durasi yaitu berkaitan dengan berapa lama setiap sesi
  • Intensitas yaitu berkaitan dengan seberapa berat latihan dilakukan
Untuk pemula, dosis latihan tidak perlu ekstrem. Justru yang terpenting adalah konsisten dan bertahap.
Mulai dari porsi kecil jauh lebih baik daripada langsung memaksakan diri.
Dosis latihan adalah “takaran” olahraga yang berkaitan dengan jumlah Latihan per minggu, lama Latihan tiap hari dan berat ringannya latihan.

Intensitas Olahraga: Ringan, Sedang, atau Berat?

Intensitas Ringan

Contohnya: jalan santai, peregangan, aktivitas rumah tangga.
Ciri-cirinya:
  • Napas normal
  • Masih bisa ngobrol dengan lancar

Intensitas Sedang (yang paling dianjurkan untuk pemula)

Contohnya: jalan cepat, bersepeda santai, senam, jogging ringan. 
Tandanya:
  • Napas mulai lebih cepat
  • Masih bisa bicara, tapi tidak panjang

Intensitas Tinggi

Contohnya: lari cepat, HIIT, skipping cepat.
Biasanya belum direkomendasikan untuk pemula karena risiko cedera lebih tinggi.
Cara mudah mengukur intensitas adalah dengan tes bicara:
  • Masih bisa ngobrol lancar → intensitas ringan.
  • Bisa bicara tapi agak terengah → intensitas sedang.
  • Sulit bicara karena napas terputus-putus → intensitas berat.

Kenapa Harus 150 Menit per Minggu?

WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu untuk orang dewasa.
Manfaatnya antara lain:
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Membantu mengontrol berat badan
  • Menurunkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi
  • Meningkatkan energi dan kualitas tidur
  • Menjaga kesehatan mental
Jika dibagi rata, 150 menit hanya sekitar 20–30 menit per hari. Tidak berat, asal dilakukan rutin.

Dosis Latihan, Intensitas Olahraga, dan Jadwal 150 Menit per Minggu
contoh jadwal latihan

Contoh Jadwal Olahraga 150 Menit per Minggu untuk Pemula. 
Berikut contoh jadwal sederhana yang bisa Anda ikuti:
Senin : Jalan cepat 30 menit
Rabu : Senam ringan + peregangan 30 menit
Jumat : Jogging ringan atau bersepeda 30 menit
Sabtu : Jalan santai aktif 30 menit
Minggu : Bodyweight ringan di rumah 30 menit

Tips Agar Konsisten

  • Pilih olahraga yang menyenangkan.
  • Mulai dari durasi pendek, lalu tingkatkan perlahan.
  • Catat progres agar lebih termotivasi.
  • Jangan lupa istirahat cukup dan hidrasi.

Kesimpulan

Untuk pemula, kunci utama adalah konsistensi. Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat, cukup ikuti dosis latihan 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Dengan jadwal yang teratur, tubuh akan beradaptasi dan kesehatan meningkat.




Mengapa Outdoor Learning Activities Penting untuk Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini? Ini Penjelasannya

Apakah Ayah dan Bunda sering merasa khawatir si Kecil terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar gadget? Atau mungkin, Anda merasa si Kecil kurang berani berinteraksi dengan teman sebayanya? Jika ya, mungkin sudah saatnya kita kembali ke metode belajar yang paling alami dan menyenangkan: Outdoor Learning Activities.

Di era digital ini, mengajak anak bermain dan belajar di luar ruangan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Padahal, alam terbuka bukan sekadar tempat bermain, melainkan "ruang kelas" tanpa batas yang menyimpan segudang manfaat.

Banyak orang tua fokus pada manfaat fisik dari bermain di luar (seperti mendapatkan Vitamin D atau melatih motorik kasar). Namun, tahukah Anda bahwa outdoor learning memiliki peran krusial dalam membentuk kecerdasan sosial dan emosional (social-emotional development) anak usia dini?

Mari kita selami lebih dalam mengapa aktivitas ini begitu penting dan bagaimana ia bisa mengubah karakter si Kecil menjadi lebih positif.


Outdoor Learning Activities adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar ruang kelas
Outdoor Learning Activities


Apa Itu Outdoor Learning Activities?

Outdoor Learning Activities adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar ruang kelas, seperti di halaman sekolah, taman, kebun, atau lingkungan sekitar. Aktivitasnya bisa berupa bermain kelompok, eksplorasi alam, permainan motorik, hingga proyek sederhana berbasis lingkungan.

Pendekatan ini menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran, anak belajar melalui pengalaman langsung, bukan sekadar mendengar penjelasan. Mengapa Outdoor Learning Activities Sangat Penting?

Mengapa Outdoor Learning Activities Sangat Penting?


1. Membangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian

Berbeda dengan ruang kelas atau kamar bermain yang lingkungannya sangat terkontrol dan terprediksi, alam terbuka penuh dengan kejutan. Ada tanah yang tidak rata, pohon untuk dipanjat, atau serangga yang melintas.

Ketika anak melakukan outdoor learning activities, mereka didorong untuk mengambil risiko terukur (risky play).
  • Saat mereka berhasil meniti balok kayu tanpa terjatuh, mereka merasa "Aku bisa!"
  • Saat mereka berani menyentuh cacing tanah, mereka menaklukkan rasa takut.
Kemenangan-kemenangan kecil ini memupuk rasa percaya diri (self-esteem) yang kuat. Mereka belajar mempercayai kemampuan diri sendiri dan menjadi lebih mandiri dalam mengambil keputusan.

2. Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial dan Kerjasama

Pernahkah Anda memperhatikan bedanya anak bermain di dalam ruangan vs di luar ruangan? Di dalam ruangan, mainan seringkali bersifat individual (seperti puzzle atau gadget). Namun di luar ruangan, permainan cenderung lebih terbuka (open-ended).

Di taman atau halaman sekolah, anak-anak sering menciptakan permainan mereka sendiri. Mereka harus:
  • Bernegosiasi aturan main (misalnya: siapa yang jadi penjaga benteng).
  • Menyelesaikan konflik ketika ada perbedaan pendapat.
  • Bekerja sama untuk mencapai tujuan (misalnya: memindahkan batu besar bersama-sama).
Proses ini secara alami melatih keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Anak belajar bahwa untuk bersenang-senang, mereka perlu mendengarkan orang lain dan tidak egois.

3. Menurunkan Stres dan Meregulasi Emosi

Anak-anak juga bisa mengalami stres, lho. Tuntutan akademis di usia dini atau lingkungan yang terlalu bising bisa membuat emosi anak tidak stabil (tantrum).

Alam memiliki efek menenangkan yang luar biasa. Studi menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di area hijau dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres). Suara angin, kicauan burung, dan tekstur tanah membantu anak melakukan grounding.

Bagi anak yang memiliki energi berlebih atau kesulitan fokus, outdoor learning memberikan ruang bagi mereka untuk melepaskan energi tersebut secara positif. Hasilnya? Emosi mereka menjadi lebih stabil, lebih tenang, dan siap untuk menyerap informasi baru.

4. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian

Kecerdasan emosional tidak hanya tentang memahami perasaan manusia, tetapi juga makhluk hidup lain. Melalui outdoor learning, anak diajak berinteraksi langsung dengan alam.
  • Melihat semut berbaris mengajarkan kesabaran.
  • Menyiram tanaman mengajarkan tanggung jawab.
  • Melihat bunga yang layu karena terinjak mengajarkan kehati-hatian.
Pengalaman-pengalaman sensorik ini menanamkan rasa empati. Anak yang peduli pada alam biasanya tumbuh menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap perasaan orang-orang di sekitarnya.

5. Merangsang Imajinasi dan Kreativitas Tanpa Batas

Di luar ruangan, sepotong ranting bisa menjadi tongkat penyihir, pedang ksatria, atau sendok raksasa. Batu kerikil bisa menjadi uang atau bahan masakan.

Ketidaktersediaan mainan pabrikan justru memaksa otak anak untuk berpikir kreatif. Mereka belajar memecahkan masalah (problem solving) dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar mereka. Kreativitas ini sangat erat kaitannya dengan fleksibilitas emosional—kemampuan untuk beradaptasi ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana.

Kesimpulan

Menerapkan outdoor learning activities tidak harus rumit atau mahal. Anda tidak perlu pergi ke hutan belantara setiap minggu. Perkembangan sosial emosional bisa diasah mulai dari halaman rumah atau taman kota terdekat.

Ajak si Kecil berkebun, mencari jejak, atau sekadar piknik sederhana tanpa gadget. Biarkan mereka kotor, biarkan mereka berkeringat, dan biarkan mereka berinteraksi dengan dunia nyata.

Karena pada akhirnya, anak yang cerdas bukan hanya yang pintar berhitung, tetapi anak yang mampu mengelola emosinya, bekerjasama dengan temannya, dan mencintai lingkungannya.

Sudah siap mengajak si Kecil berpetualang di luar hari ini?

Kenapa Olahraga Harus Dilakukan Minimal 150 Menit Perminggu? ini Penjelasannya

Olahraga sudah tidak asing lagi, semua orang mengenalnya. Banyak sekali jenis dan cabang olahraga yang dapat dilakukan untuk mencapai batas minimal 150 menit per minggu. Namun, dalam menjalaninya perlu kesungguhan dan dosis yang tepat untuk setiap orang.

Jaga Tubuh dengan Olahraga

 
Pernahkah Anda mendengar anjuran bahwa kita harus berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu? Angka ini bukan sekadar angka cantik yang dipilih secara acak oleh para ahli kesehatan,

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai lembaga kesehatan dunia telah menetapkan durasi ini sebagai standar "emas" bagi orang dewasa untuk tetap bugar. Tapi pertanyaannya, kenapa harus 150 menit? Kenapa tidak 60 menit saja atau sekalian 300 menit?

Yuk, kita bedah rahasia di balik angka 150 menit ini dengan penuh senyuman!

1. Menjaga Jantung Tetap "Sehat"

Jantung adalah organ yang paling bekerja keras di tubuh kita. Seperti mesin mobil, jika jarang dipanaskan atau dijalankan, performanya akan menurun.

Olahraga intensitas sedang (seperti jalan cepat atau bersepeda santai) selama 150 menit seminggu membantu jantung memompa darah lebih efisien. Hasilnya? Tekanan darah lebih stabil dan risiko penyakit jantung serta stroke bisa menurun drastis.


2. Manajemen Berat Badan yang Lebih Realistis

Banyak orang menyerah olahraga karena merasa hasilnya lama dan membosankan. Padahal, durasi 150 menit ini adalah sweet spot atau titik keseimbangan.

Jika dibagi rata, Anda hanya perlu berolahraga 30 menit selama 5 hari dalam seminggu. Durasi ini cukup untuk membakar kalori ekstra tanpa membuat tubuh Anda merasa tersiksa atau kelelahan luar biasa. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi yang terlalu lama tapi hanya dilakukan sekali sebulan.

3. Investasi Kesehatan Mental

Bukan cuma fisik, mental kita juga butuh "makanan". Saat berolahraga, otak melepaskan hormon endorphin dan serotonin yang bikin perasaan jadi lebih senang dan rileks. 150 menit seminggu terbukti secara ilmiah mampu mengurangi gejala kecemasan (anxiety) dan depresi ringan. Jadi, anggap saja ini adalah sesi terapi gratis!

4. Tidur yang Lebih Nyenyak

Sering merasa lelah tapi susah tidur saat malam hari? Olahraga rutin adalah kuncinya. Dengan memenuhi kuota 150 menit, suhu tubuh akan naik saat beraktivitas dan turun setelahnya, yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk istirahat total. Anda akan bangun pagi dengan perasaan lebih segar.

5. Bagaimana Cara Membagi 150 Menit dengan Mudah?

Mendengar angka "150 menit" setara dengan 2,5 jam perminggu. Ini mungkin terasa berat terasa berat bagi sebagian orang. Tapi tenang, Anda tidak harus melakukannya sekaligus dalam satu hari. Berikut beberapa cara cerdas untuk membaginya:
  • Si paling konsisten : bisa dilakukan dalam waktu 30 menit selama 5 hari, jadi totalnya 150 menit per minggu. harinya bisa tentukan, misalnya mulai senin, rabu, jum'at, sabtu dan minggu.
  • Si super sibuk : bisa dilakukan dalam waktu 50 menit selama 3 hari, jadi totalnya 150 menit per minggu. harinya bisa tentukan, misalnya mulai senin, rabu, jum'at.
  • Si penyicil : bisa dicil misalnya 15 menit pagi, 15 menit sore, sehari 30 menit selama 5 hari. jadi totalnya 150 menit per minggu. harinya bisa tentukan, misalnya mulai senin, rabu, jum'at, sabtu dan minggu.

6. Tips Memulai Olahraga

  • Pilih olahraga yang Anda sukai: Jangan paksa lari jika Anda lebih suka menari atau berenang.
  • Ajak teman: Olahraga sambil mengobrol membuat waktu 30 menit terasa sangat singkat.
  • Gunakan tangga: Hal kecil seperti memilih tangga daripada lift juga masuk dalam hitungan menit aktif Anda.

Kesimpulannya 

Olahraga 150 menit seminggu adalah investasi paling murah untuk masa tua yang lebih sehat dan bahagia. Tubuh Anda adalah satu-satunya tempat tinggal yang Anda miliki seumur hidup, jadi pastikan Anda merawatnya dengan baik.




Rahasia Guru & Orang Tua: Cara Instan Tingkatkan Hasil Belajar Siswa!

Artikel ini membahas rahasia yang dilakukan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Diskusi orang tua dan guru
Dikusi orang tua dan guru


Pernahkah Anda merasa sudah memberikan les tambahan, namun nilai anak tetap di situ-situ saja? Atau sebagai guru, Anda sudah mengajar dengan maksimal tapi kelas terasa tidak hidup?

Hasil belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau sekolah favorit. Faktanya, kolaborasi antara guru dan orang tua memegang peran kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi akademik siswa. Ketika keduanya berjalan searah, dampaknya bisa terlihat lebih cepat dan signifikan.

Lalu, apa saja rahasia yang bisa diterapkan guru dan orang tua agar hasil belajar siswa meningkat secara instan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengapa Pembelajaran Aktif di Kelas Dapat Meningkatkan Partisipasi Siswa?

1. Jembatan Komunikasi "Dua Arah" (Bukan Satu Arah)

Rahasia pertama yang sering diabaikan adalah komunikasi yang konsisten dan terarah. Guru tidak boleh hanya mengirim rapor di akhir semester, dan orang tua tidak boleh hanya datang saat pembagian nilai.

Langkah Guru yaitu Berikan update mingguan singkat mengenai apa yang dipelajari di kelas melalui grup WhatsApp atau aplikasi sekolah. Tetapi seorang guru melakukan komunikasi darat untuk : (1) Menyampaikan perkembangan belajar siswa secara rutin; (2) Memberi umpan balik yang jelas tentang kekuatan dan kelemahan siswa; (3) Menjelaskan target pembelajaran yang harus dicapai.

Langkah Orang Tua yaitu Jangan ragu bertanya, "Bagaimana sikap anak saya saat diskusi di kelas hari ini?" daripada sekadar bertanya "Tadi belajar apa?". Melalui pertemuan rutin atau konsultasi dengan wali kelas atau guru wali, orang tua untu; : (1) Menanyakan progres belajar anak, bukan hanya nilai; (2) Menindaklanjuti saran guru di rumah; dan (3) Tidak menunggu rapor untuk berdiskusi.

Hasil yang dilakukan tersebut diharapkan siswa merasa diperhatikan, lebih termotivasi, dan tahu apa yang harus diperbaiki.


2. Sinkronisasi Gaya Belajar di Sekolah dan di Rumah

Salah satu penyebab hasil belajar stagnan adalah perbedaan pola belajar di sekolah dan di rumah. Sering terjadi "bentrokan" metode. Guru mengajarkan cara A, orang tua memaksa cara B. Ini membuat siswa bingung.

Orang tua perlu memahami metode yang digunakan guru di kelas. Jika guru menggunakan metode active learning, orang tua di rumah harus mendukung dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang memancing logika anak, bukan sekadar menyuruh menghafal. Dalam hal ini guru harus menjelaskan metode belajar yang digunakan di kelas, dan orang tua harus membuat jadwal belajar dibuat tetap dan yang disepakati anak

3. Menciptakan "Atmosfer Belajar" yang Konsisten

Nilai penting, tapi proses belajar jauh lebih penting untuk hasil jangka panjang. Agar proses belajar berjalan dengan baik, maka perlu menciptakan “atmosfer belajar” atau suasana yang mendukung.

Orang tua harus menata ruangan di rumah, seperti pojok belajar yang aman dan nyaman, bebas gangguan gadget. Orang tua harus meng menghindari membandingkan anak dengan teman lain, memberi pujian atas usaha, bukan hanya hasil. Ketika siswa tidak takut salah, mereka lebih berani bertanya dan mencoba, yang otomatis meningkatkan pemahaman.

Langkah yang diperhatikan guru yaitu berikan tugas rumah (PR) yang bersifat eksploratif, bukan sekadar membuat jawaban soal matematika yang membosankan, sehingga orang tua bisa ikut terlibat dalam diskusi yang menyenangkan. Contohnya membuat resensi buku yang sedang di baca. Guru harus berperan dalam memberi apresiasi pada usaha siswa dan menilai proses berpikir, bukan hanya jawaban akhir

4. Fokus pada "Proses", Bukan Sekadar "Angka"

Ini adalah rahasia mentalitas. Jika guru dan orang tua terlalu fokus pada nilai ujian, siswa akan merasa tertekan. Langkah yang harus dilakukan orang tua dan guru yaitu rayakan kemajuan-kemajuan kecil. Jika siswa yang biasanya malu mulai berani bertanya di kelas, guru harus mengapresiasi dan orang tua harus memberikan pujian di rumah. Motivasi yang tumbuh dari apresiasi jauh lebih efektif daripada paksaan nilai 100.

5. Manfaatkan Teknologi sebagai Alat Pantau Progres

Di era digital, meningkatkan hasil belajar siswa bisa dilakukan secara instan dengan bantuan alat pemantau. Langkah praktis yang dilakukan yaitu Gunakan checklist atau aplikasi bersama di mana guru bisa mengunggah progres harian dan orang tua bisa langsung memberikan feedback. Ini memastikan tidak ada celah bagi siswa untuk "malas-malasan" tanpa diketahui.

6. Menanamkan Motivasi dan Tujuan Belajar yang Jelas

Siswa yang tahu alasan belajar akan lebih bersemangat. dalam hal ini guru harus berperan untuk mengaitkan materi dengan kehidupan nyata dan menjelaskan manfaat praktis dari pelajaran. Orang tua harus mengajak anak berdiskusi tentang cita-cita dan menunjukkan hubungan belajar dengan masa depan. Motivasi internal inilah yang membuat hasil belajar meningkat secara alami.

7. Evaluasi Rutin dan Perbaikan Berkelanjutan

Rahasia terakhir adalah evaluasi yang konsisten yaitu Guru mengevaluasi metode mengajar, Orang tua mengevaluasi cara mendampingi anak dan Siswa diajak merefleksikan kesulitan belajar. Dengan evaluasi rutin, masalah belajar bisa segera diperbaiki sebelum menjadi kebiasaan buruk.

8. Kesimpulan

Meningkatkan hasil belajar siswa tidak harus rumit. Kolaborasi yang solid antara guru dan orang tua, komunikasi yang baik, pola belajar yang konsisten, serta pendampingan yang tepat adalah kunci utama. Meningkatkan hasil belajar siswa bukanlah tugas satu orang. Ini adalah kerja tim. Ketika guru memberikan kualitas pembelajaran terbaik di kelas dan orang tua menyambutnya dengan dukungan penuh di rumah, maka kesuksesan anak hanyalah masalah waktu.






Permainan Sepak Bola : Pengertian, Gerak Spesifik, Latihan dan Permainan Sederhana untuk Pemula

Permainan sepak bola adalah salah satu permainan yang sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemain profesional yang hidup dari sepak bola dengan gaji yang sangat mengiurkan. berikut ini adalah pengertian, teknik dasar (gerak spesifik) serta latihan untuk bermain sepak bola.

1. Apersepsi



Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang paling popular di seluruh dunia, setiap Negara berharap timnasnya dapat lolos ke piala dunia, sehingga banyak Negara membina sepak bola dimulai sejak usia dini dengan harapan terjadinya peningkatan peringkat atau level sepak bola. Indonesia tentunya berharap dapat meningkatkan prestasi cabang olahraga sepak bola yang dibina oleh PSSI sebagai induk resmi.

Menjadi pemain hebat dan terkenal adalah dambaan setiap para remaja dan orang tua. Menjadi hebat membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang keras. Pemain muda berbakat seperti Egi Maulana Fikri telah menjadi kebanggan Indonesia dengan mampu berlaga di liga Negara Eropa, telah menjadi icon dan inpirasi bagi remaja lainnya untuk terus berlatih dan berjuang menjadi pemain hebat.

Daya juang, disipling dan kerja keras harus diwujudkan dalam berlatih. Karakter tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan teknik dan keterampilan bermain. Gerak spesifik permainan sepak bola sangat penting dikuasai sampai tingkat mahir. Dengan gerak spesifik yang baik akan meningkatkan daya saing untuk menjadi pemain terbaik dan menjadi incaran para klub liga dalam negeri maupun luar negeri.

Masih ingatkah materi pelajaran permainan sepak bola ketika di kelas? Semasa di kelas Anda telah mempelajari tentang berbagai gerak spesifik permainan sepak bola diantaranya adalah gerak spesifik menendang bola, gerak spesifik menahan bola, gerak spesifik menggiring bola. Sekarang Anda pahami dan mencoba praktikan variasi latihan untuk meningkatkan kemampuan gerak spesifik permainan sepak bola.

2. Variasi Gerak Spesifik Menendang Bola

Menendang bola tentunya memiliki berbagai macam tujuan, tidak semata untuk menjauhkan bola. Posisi pemain memiliki peran dan tujuan spesifik, misalnya pemain depan menendang untuk memasukan bola ke gawang, pemain belakang menendang bola diserang pemain lawan memiliki tujuan untuk mengamankan pertahan, pemain tengah menendang bola bertujuan untuk mengumpan atau memainkan bola untuk mencari celah dalam menyerang.

Menendang bola dengan tujuan untuk mengumpan dapat dilakukan oleh semua orang, mengumpan pada jarak pendek umumnya menggunakan kaki bagian dalam dan bagian luar, sedangkan untuk umpan jauh dan bolanya melambung tinggi, umumnya dilakukan dengan punggung atau punggung kaki bagian dalam.

/>

a. Gerak Spesifik Menendang/Mengumpan Bola dengan Kaki Bagian Dalam

Cermati gambar di bawah ini


Untuk dapat mempraktikan gerak spesifik menendang bola dengan kaki bagian bawah seperti gambar di samping, ikutilah petujuk di bawah ini:

Sikap awal
  • Berdiri selebar bahu di belakang bola
  • Amati jarak teman yang akan di beri umpan
  • Pandangan fokus terhadap bola
Pelaksanaan gerak
  • Langkahkan kaki dan letakan di samping bola (tidak terlalu rapat dengan bola)
  • Ayunkan kaki yang akan digunakan untuk menendang
  • Tendang bola menggunakan kaki bagian dalam di area tengah bola agar bola bergulir
  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola
Sikap akhir
  • Ikuti ayunan kaki tendang mengikuti arah bola
  • Jaga keseimbangan tubuh setelah melakukan tendangan

b. Menendang menggunakan kaki bagian luar

Cermati gambar di bawah ini

Untuk dapat mempraktikan gerak spesifik menendang bola menggunakan kaki bagian luar seperti gambar di samping, ikutilah petujuk di bawah ini :

Sikap awal

  • Berdiri selebar bahu di belakang bola
  • Amati jarak teman yang akan di beri umpan
  • Pandangan fokus terhadap bola

Pelaksanaan gerak

  • Langkahkan kaki dan letakan di samping bola (tidak terlalu rapat dengan bola)
  • Ayunkan kaki yang akan digunakan untuk menendang
  • Tendang bola menggunakan kaki bagian luar di area tengah bola agar bola bergulir

Sikap akhir

  • Ayunan kaki tendang mengikuti arah bola
  • Jaga keseimbangan tubuh setelah melakukan tendangan

c. Menendang menggunakan punggung kaki

Cermati gambar di bawah ini



Untuk dapat mempraktikan gerak spesifik menendang bola menggunakan punggung kaki seperti gambar di samping, ikuti petujuk di bawah ini:

Sikap awal

  • Berdiri selebar bahu di belakang bola
  • Amati jarak teman yang akan di beri umpan
  • Kedua lengan dilemaskan disamping badang
  • Pandangan fokus terhadap bola

Pelaksanaan gerak

  • Langkahkan kaki dan letakan di samping bola (tidak terlalu rapat dengan bola)
  • Ayunkan kaki yang akan digunakan untuk menendang
  • Tendang bola menggunakan punggung di area bawah bola agar bola melambung tinggi
  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola

Sikap akhir

  • Ikuti ayunan kaki tendang mengikuti arah bola
  • Berdiri dan menjaga keseimbangan tubuh
Berdasarkan ketiga gambar tersebut, apa yang membedakan cara menendang bola dengan kaki bagian luar dan kaki bagian dalam? Sama seperti cara menendang bola dengan kaki bagian dalam, tujuan menenendang dengan kaki bagian luar yaitu untuk mengumpan pada jarak dekat. Dalam permainan sepak bola selain mempergunakan umpan-umpan pendek sering pula mengumpan pada jarak jauh. Umumnya umpan pada jarak jauh bola hasil tendangan melambung tinggi atau menyusuri rumput. Dalam permainan dilakukan sangat tergantung dari kondisi pada saat akan melakukan tendangan. Bagian kaki yang digunakan untuk umpan jarak jauh yaitu punggung kaki dan punggung kaki bagian dalam.

d. Variasi Latihan Gerak Spesifik Menendang bola

Variasi Latihan mengumpan dilakukan untuk meningkatkan penguasaan gerak spesifik yang dijelaskan di atas. Hal yang harus diperhatikan dalam mengumpan antara lain : 1) pastikan bagian tengah bola yang harus ditendang; 2) hasil tendangan harus menysusuri tanah atau rumput (tidak melambung); 3) pastikan bola yang ditendang harus sampai dan lurus dan dapat dikuasai oleh teman yang dihadapannya.

Aktivitas 1 : Menendang bola dengan cara berpasangan

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini


Menendang bola dengan cara berpasangan dapat dilakukan pada jarak 3 meter atau lebih. Untuk dapat mempraktikannya, ikutilah petunjuk di bawah ini :
  • Dua orang berdiri sejajar pada jarak 3 meter
  • satu orang memengang bola yang diletakan di depan kaki dan temannya bersiap menerima bola
  • Tentukan jenis tendangan yang akan dilakukan untuk 5 menit pertama untuk tendangan menggunakan kaki bagian dalam, 5 menit kedua tendangan menggunakan kaki bagian luar
  • Perhatikan hasil tendangan yang telah dilakukan, pastikan bahwa bola yang ditendang harus bergulir dirumput atau tanah.

Aktivitas 2 : Menendang dengan cara berkelompok

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini

Tips :

  • Tendang bola secara perlahan (tenaga kecil) untuk umpan jarak pendek, dan keras (tenaga penuh) untuk umpan jarak jauh
  • Beri ruang yang nyaman agar rekan dapat dengan mudah untuk memberi umpan.

Untuk dapat mempraktikan gerak spesifik menendang bola menggunakan punggung kaki seperti gambar di samping, ikuti petujuk di bawah ini :

  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota kelompok misalnya 5 – 6 orang
  • Bagi menjadi dua kelompok kecil, tiap kelompok kecil berdiri sejajar pada jarak 3 meter
  • Satu kelompok kecil memegang bola dan diletakan didepan kaki orang terdepan dan kelompok yang dihadapanya siap untuk menerima bola
  • Tentukan jenis tendangan yang akan dilakukan, misalnya untuk 5 menit pertama tendangan menggunakan kaki bagian dalam dan 5 menit kedua menendang dengan kaki bagian dalam
  • Jika orang pertama telah menendang bola yang diarahkan ke temannya diseberang berpindah ke belakang dan menunggu giliran menendang, hal yang sama dilakukan untuk kelompok yang ada dihadapannya.
  • Lakukan latihan tersebut dengan cara bergiliran dan tidak boleh berebut
  • Perhatikan setiap tendangan yang telah dilakukan, pastikan bahwa bola yang ditendang harus bergulir menyusuri rumput atau tanah.

Aktivitas 3 : Menendang bola secara berkelompok dengan membentuk segitiga 

Amatilah ilustrasi gambar di bawah

Untuk dapat mempraktikan gerak spesifik menendang bola secara berkelompok dengan membentuk segitiga, seperti gambar di samping, ikuti petujuk di bawah ini.
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota kelompok 6 – 8 orang.
  • Bagi menjadi 3 kelompok kecil, tiap kelompok kecil berdiri dan membetuk segitiga sama sisi dengan jarak 3 meter
  • Satu kelompok kecil di pos 1 memegang bola dan diletakkan didekat kaki orang yang paling depan dan orang yang paling depan di pos 2 bersiap menerima bola. Tentukan jenis tendangan yang akan dilakukan, misalnya pada 5 menit pertama menendang dengan menggunakan kaki bagian dalam dan 5 menit kedua menendang dengan menggunakan kaki bagian luar
  • Bola di tendang lurus dan diarahkan ke depan teman di pos 2, orang yang paling depan di pos 2 menerima dan menendang bola ke arah pos 3, orang yang paling depan di pos 3 menerima dan menendang bola ke arah pos 1.
  • Tiap orang yang telah melakukan tendangan berpindah tempat ke posisi belakang untuk memberikan kesempatan kepada rekannya di tiap pos
  • Lakukan mengumpan bola tersebut tanpa mengontrol bola, jadi bola ditendang langsung pada jarak 20 meter. Perhatikan setiap tendangan yang telah dilakukan, pastikan bahwa bola yang ditendang harus bergulir menyusuri rumput atau tanah.

Aktivitas 4 : Menendang bola dengan membentuk segiempat

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini


Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menendang bola dengan membentuk segitiga dalam kelompok.

  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 8 – 10 orang.
  • Bagi menjadi 4 kelompok kecil
  • Tiap kelompok berdiri sejajar di 4 titik pada jarak 3 meter
  • Satu kelompok kecil memegang bola dan diletakkan didepan kaki orang yang paling depan dan orang yang ada di pos 2 bersiap menerima bola
  • Tentukan jenis tendangan yang akan dilakukan, misalnya pada 5 menit pertama menendang dengan menggunakan kaki bagian dan pada 5 menit kedua menendang menggunakan kaki bagian luar
  • Bola di tendang lurus dan diarahkan ke depan teman di pos 2, orang yang paling depan di pos 2 menerima dan menendang ke arah pos 3, orang yang paling depan di pos 3 menrima dan menendang bola ke arah pos 4 dan orang yang paling depan di pos 4 menerima dan menendang ke arah pos 1.
  • Tiap orang yang telah melakukan tendangan berpindah tempat ke posisi belakang untuk memberikan kesempatan kepada rekannya di tiap pos
  • Pada saat melalukan latihan mengumpan menyilang, harus fokus terhadap bola, dan bola harus bergulir, serta bola hasil tendangan tidak jauh dari jangkauan rekannya.

Aktivitas 5 : Menendang bola bergerak secara berkelompok

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini


Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menendang bola bergerak secara kelompok.
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 6 – 8 orang
  • Bagi menjadi dua kelompok kecil
  • Tiap kelompok berdiri sejajar pada jarak 3 meter
  • Satu kelompok kecil memegang bola dan diletakkan didepan kaki orang yang paling depan dan orang yang ada di pos 2 bersiap menerima bola
  • Tentukan jenis tendangan yang akan dilakukan, misalnya pada 5 menit pertama menendang dengan menggunakan kaki bagian dan 5 menit kedua menendang menggunakan kaki bagian luar.
  • Bola di tendang menyilang dan diarahkan ke depan temannya, usahakan jarak umpan tidak terlalu jauh dari temannya.
  • Lakukan mengumpan bola tersebut tanpa mengontrol bola, jadi bola ditendang langsung pada jarak 20 meter.
  • Pada saat melalukan latihan mengumpan menyilang, harus fokus terhadap bola, dan bola harus bergulir, serta bola hasil tendangan tidak jauh dari jangkauan rekannya.

Aktivitas 6 : Mengumpan pada jarak jauh

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini



Mengumpan pada jarak jauh dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berpasangan dan berkelompok. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengumpan jarak jauh yaitu 1) bagian kaki yang digunakan, seperti menggunakan kaki bagian dalam, bagian luar dan punggung kaki; 2) hasil tendangan dapat menyusuri rumput atau tanah jika menendang dengan kaki bagian dalam dan luar, tetapi jika bola ditendang dengan menggunakan punggung kaki hasil tendangannya melambung.

Aktivitas 7 : Menendang menyilang pada jarah jauh

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini


Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menendang bola menyilang pada jarak jauh.
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 5 – 6 orang
  • Bagi menjadi dua kelompok kecil dengan satu kelompok berada di dekat gawang dan satu kelompok berada di sepertiga lapangan Satu kelompok kecil yang berada di sepertiaga lapangan (pos 1) memegang bola dan diletakkan didepan kaki orang yang paling depan dan orang yang ada di pos 2 bersiap menerima bola
  • Tendang bola menggunakan punggung kaki arahkan bola ke area gawang, setelah menendang bola berlari untuk berpindah posisi ke dekat gawang (pos 2)
  • Orang yang menerima bola di dekat gawang menendang bola berlari untuk berpindah tempat ke pos 1.
  • Lakukan latihan menenedang bola menyilang tersebut dengan cara bergiliran, perhatikan rekan ketika melakukan tendangan untuk mengumpan ke area gawang Pada saat melalukan latihan mengumpan menyilang, harus fokus terhadap bola, dan bola harus melambung, serta bola hasil tendangan tidak jauh dari jangkauan rekannya.

3. Variasi Gerak Spesifik Menahan Bola

Gerak spesifik menahan atau mengontrol dilakukan dengan menggunakan beberapa bagian tubuh dan kaki, diantaranya dengan menggunakan kepala, dada, paha, punggung kaki, kaki bagian luar, kaki bagian dalam dan telapak kaki. Tujuan dari menahan bola tersebut bertujuan untuk mengontrol bola, sehingga bola dapat dikuasai dan diumpan ke rekan, atau mengamankan area pertahanan atau menembak ke arah gawang lawan.

Menghentikan bola dapat diartikan sebagai salah teknik untuk mengontrol pergerakan bola, sehingga bola dapat dikuasi oleh pemain. Kemampuan dalam pengontrolan bola sangat penting dikuasai oleh setiap pemain, maka kemampuan ini harus terus dilatih dan kemampuan dalam mengontrol bola akan lebih baik.

a. Menahan bola dengan kaki bagian dalam 

Amatilah kedua gambar di bawah ini.


Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menahan bola menggunakan kaki bagian dalam.

Sikap awal

  • Berdiri selebar bahu dan sikap tubuh menghadap ke arah datangnya bola.
  • Kedua lengan dilemaskan disamping badan
  • Pandangan fokus terhadap bola

Pelaksanaan gerak

  • Pergelangan kaki yang akan digunakan untuk mengontrol bola diputar ke arah luar
  • Kaki yang digunakan untuk mengontrol bola diangkat diarahkan ke datangnya bola. Bola disentuhkan pada kaki bagian dalam, kemudian kaki ditarik ke belakang, selanjutnya bola dikuasai.

Sikap akhir

  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola
  • Bola disentuhkan pada kaki bagian dalam, kemudian kaki ditarik ke belakang, selanjutnya bola dikuasai

b. Menahan Bola dengan kaki bagian luar

Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menahan bola dengan kaki bagian luar.

Sikap awal

  • Sikap tubuh berdiri dengan tubuh condong ke depan dan pandangan mata ke arah datangnya bola
  • Kedua lengan dilemaskan disamping badan
  • Pandangan fokus terhadap bola

Pelaksanaan gerak 

  • Pergelangan kaki yang akan digunakan untuk mengontrol bola diputar ke arah dalam
  • Kaki yang digunakan untuk mengontrol bola diangkat diarahkan ke datangnya bola.
  • Bola disentuhkan pada kaki bagian dalam, kemudian kaki ditarik ke belakang, selanjutnya bola dikuasai.

Sikap akhir

  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola 
  • Bola dikontrol dengan kaki luar dan tangan bergerak rileks untuk keseimbangan.

c. Menahan bola dengan punggung kaki 

Amatilah kedua gambar di bawah ini



Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menahan bola dengan punggung kaki.

Sikap awal

  • Berdiri selebar bahu dan Sikap tubuh menghadap ke arah datangnya bola.
  • Kedua lengan dilemaskan disamping badan
  • Pandangan fokus terhadap bola

Pelaksanaan gerak

  • Ketika bola dilemparkan, angkat salah satu kaki ke atas Satu kaki sedikit ditekuk di lutut dan kedua lengan sedikit di buka untuk menyeimbangkan tubuh
  • Ketika bola bersentuhan dengan punggung kaki kaki diturunkan untuk mengurangi tumbukan sehingga bola tidak memantul
  • Bawa bola ke bawah dan bola dapat dikuasai dengan baik

Sikap akhir

  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola
  • Bola dikontrol dengan punggung kaki dan tangan bergerak rileks untuk keseimbangan.

d. Menahan bola dengan telapak kaki amatilah gambar disamping

Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk menahan bola menggunakan telapak kaki.


Sikap awal
  • Sikap tubuh berdiri dengan tubuh condong ke depan
  • Kedua lengan dilemaskan disamping badan
  • Pandangan fokus terhadap bola

Pelaksanaan gerak

  • Ketika bola data angkat ujung kaki sedikit ke atas. Bola yang akan dikontrol di tahan dengan sol sepatu (telapak kaki)
  • Kaki lainnya sedikit di tekuk di lutut dan kedua lengan sedikit dibuka untuk menjaga keseimbangan
  • Tahan bola dengan telapak kaki dan dan kuasai bola tersebut

Sikap akhir

  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola 
  • Bola dikontrol dengan telapak kaki dan tangan bergerak rileks untuk keseimbangan.

e. Variasi latihan gerak spesifik menahan bola 

Latihan mengontrol bola dalam permainan sepak bola sangat ditentukan oleh dua hal yaitu 1) mengontrol bola untuk bola mendatar (menyusuri rumput); dan 2) mengontrol bola untuk bola melambung. Mengontrol bola mendatar dapat dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan telapak kaki. Sedangan mengontrol bola melambung dapat dilakukan dengan menggunakan punggung kaki, paha dan dada.

Aktivitas 1 : Menahan bola secara berpasangan

Menahan bola mendatar dengan cara berpasangan dapat dilakukan pada jarak 3 meter atau lebih. Mengumpan dengan cara berpasangan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Dua orang berdiri sejajar pada jarak 3 meter
  • Satu orang memengang bola yang diletakan di depan kaki dan temannya bersiap menerima bola
  • Tentukan bagian kaki yang akan digunakan untuk mengontrol bola, misalnya 5 menit pertama mengontrol bola dengan kaki bagian dalam, 5 menit kedua mengontrol bola menggunakan kaki bagian luar dan 5 menit ketiga mengontrol bola menggunakan telapak kaki.
  • Tendang dengan pelan dan menyusuri rumput atau tanah, orang yang ada dihadapannya menahan dan mengontrol bola, setelah bola dapat dikuasai selanjutnya tendang bola kea rah teman didepannya, dan orang yang didepannya melakukan hal yang sama yaitu mengontrol bola.
  • Perhatikan ketika menahan bola, tentunya bola yang ditahan dapat berhenti, dan kalaupun tidak berhenti masih dapat dijangkau atau dikontrol.

Aktivitas 2 : Menahan bola mendatar secara berkelompok

Amatilah gambar di bawah ini

Menahan bola mendatar dengan cara berpasangan dapat dilakukan pada jarak 3 meter atau lebih. Mengumpan dengan cara berpasangan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 8 – 10 orang
  • Tiap orang saling berhadapan pada jarak 3 meter dengan orang yang ada di depannya, dan 2 meter dengan orang yang ada disampingnya.
  • Satu orang memengang bola yang diletakan di depan kaki dan temannya bersiap menerima bola
  • Tentukan bagian kaki yang akan digunakan untuk mengontrol bola, misalnya 5 menit pertama mengontrol bola dengan kaki bagian dalam, 5 menit kedua mengontrol bola menggunakan kaki bagian luar dan 5 menit ketiga mengontrol bola menggunakan telapak kaki.
  • Tendang bola menyusuri tanah kepada orang yang dihadapannya, orang yang menerima bola bersiap untuk menahan bola
  • Orang pertama yang ada diharapannya menahan bola dengan bagian kaki yang telah ditentukan, selanjutnya setelah bola tersebut dapat dikontrol ditendang menyilang kea rah teman yang ada di depannya
  • Lakukan variasi latihan ini, setiap orang harus mendapat kesempatan yang sama untuk menahan/mengontrol bola
  • Pada saat menahan bola pastikan mampu dikontrol dengan baik.

Aktivitas 3 : Menahan bola melambung

Lakukan latihan menahan bola melambung secara berpasangan berdasarkan dan petunjuk berikut ini.
  • Dua orang berdiri saling berhadapan pada jarak 2 meter
  • Satu orang memegang bola dan dipegang depan perut dan teman yang ada dihadapannya siap untuk menerima bola.
  • Lambungkan bola kea rah teman yang dihadapannya, bola yang dilambut tidak terlalu jauh atau dekat dengan tubuh penerima
  • Terima bola menggunakan punggung kaki, lalu turunkan untuk menghindari tumbukan punggung kaki dengan bola sehingga bola mudah untuk dikontrol.
  • Lakukan latihan ini secara bergantian, misalnya tiap orang mencoba dalam waktu 3 menit.

Aktivitas 4 : Menahan bola secara berkelompok dalam lingkaran

Cermati ilustrasi gambar di bawah ini


Lakukan latihan menahan bola secara berkelompok dalam lingkaran berdasarkan dan petunjuk berikut ini.
  • Buatlah kelompok dengan jumlah 5 – 6 orang
  • Buatlah lingkaran yang cukup besar dengan jarak 1 meter tiap orang
  • Satu orang memegang bola yang diletakan di depan kakinya
  • Tendang bola kea rah temannya yang ada di seberang atau disampingnya
  • Orang yang menerima bola menahan bola menggunakan salah satu bagian kaki dan selanjutnya di tendang lagi. 
  • Lakukan latihan tersebut dengan penuh keseungguhan

3. Variasi Gerak Spesifik Menggiring Bola

Menggiring bola dalam permainan sepak bola membutuhkan keterampilan yang tinggi. Keterampilan menggiring bola membutuhkan kecepatan, kelincahan, kelenturan tubuh dan penguasaan bola yang baik. Keempat komponen tersebut menjadi prasyarat pemain memiliki keterampilan menggiring yang baik.

Tujuan menggiring bola dalam permainan sepak bola adalah untuk melewati dan mengelabui pemain bertahan. Menggiring bola dilakukan dengan gerakan menendang perlahan dan terputus setiap langkah kaki. Bagian kaki yang dapat digunakan untuk menggiring bola adalah kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki. Pada saat menggiring bola harus selalu berkonsentrasi terhadap pergerakan bola dan lawan agar bola tidak dapat direbut. Berikut ini beberapa cara untuk mempraktikan keterampilan gerak menggiring bola.

a. Menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam

Amatilah gambar di bawah ini.




Lakukan latihan menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam berdasarkan dan petunjuk berikut:
  • Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu
  • Letakan bola dekat kaki bagian dalam
  • Tendang/dorong bola menggunakan kaki bagian dalam secara perlahan ke arah depan
  • Langkahkan satu kaki sambil menendang/ mendorong bola menggunakan kaki bagian dalam ke arah depan
  • Secara bergantian kaki kanan kiri digunakan untuk menggiring bola
  • Pandangan fokus kea rah pergerakan bola, tetapi jika sudah sedikit mahir, pandangan kea rah depan

b. Menggiring bola menggunakan kaki bagian luar

Amatilah gambar disamping



Lakukan latihan menggiring bola menggunakan kaki bagian luar berdasarkan dan petunjuk berikut :
  • Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu
  • Letakan bola satu langkah pendek di depan kaki
  • Tendang/dorong bola menggunakan kaki bagian luar dengan kaki kanan secara perlahan kea rah depan
  • Langkahkan kaki kiri mengikuti pergerakan bola agar bola dapat dikontrol dengan baik
  • Tendang/dorong bola secara bergantian antara kaki kiri dan kanan menggunakan kaki bagian luar secara bergantian.
  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola, tetapi jika sudah sedikit mahir, pandangan kea rah depan

c. Menggiring bola menggunakan punggung kaki 

Amatilah gambar di bawah ini




Lakukan latihan menggiring bola menggunakan kaki bagian luar berdasarkan dan petunjuk berikut:
  • Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu
  • Letakan bola satu langkah pendek di diepan kaki
  • Tendang/dorong bola dengan punggung kaki kanan secara perlahan kea rah depan Langkahkan kaki kiri dan langsung menendang/mendorong bola menggunakan punggung kaki kea rah depan
  • Pergerakan kaki pada saat melangkah sangat tergantung pada cepat lambatnya pergerakan bola
  • Lakukan mengiring bola menggunakan punggung kaki secara bergantian 
  • Pandangan fokus terhadap pergerakan bola

d. . Variasi latihan menggiring bola

Berikut ini beberapa variasi latihan menggiring bola yang dapat dilakukan dalam permainan sepak bola, antara lain :

Aktivitas 1 : Menggiring bola pada pada 2 titik 

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini


Lakukan latihan menggiring bola pada 2 titik berdasarkan dan petunjuk berikut :

  • Letakan cone pada dua titik dengan jarak 4 meter
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 4 – 6 orang
  • Seorang yang memegang bola berdiri di depan cone dan anggota kelompok lainnya berdiri berbanjar di belakangnya, Letakan bola di belakang cone,
  • Tentukan bagian kaki yang akan digunakan untuk menggiring bola, misalnya 5 menit pertama menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam, 5 menit kedua menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, dan 5 menit ketiga menggiring bola menggunakan punggung kaki
  • Tendang bola secara perlahan, menuju cone kedua, lewati cone dengan cara memutar cone dan kebali ke cone awal, berikan bola kepada rekan untuk bergiliran
  • Untuk meningkatkan kemampuan menggiring bola, dapat ditambahkan cone menjadi 3 dan

Aktivitas 2 : Mengiring bola pada jalur spiral

Amatilah gambar di bawah ini



Lakukan latihan menggiring bola pada jalur spiral (berkelok) berdasarkan dan petunjuk berikut :
  • Letakan 5 buah cone pada jarak 1 – 1.5 meter
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 5 – 6 orang
  • Salah seorang memegang bola dan berdiri di belakang cone pertama, dan anggota kelompok lainnya berdiri berbanjar ke belakang untuk menunggu giliran
  • Tentukan bagian kaki yang akan digunakan untuk menggiring bola, misalnya 5 menit pertama menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam, 5 menit kedua menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, dan 5 menit ketiga menggiring bola menggunakan punggung kaki
  • Tendang bola secara perlahan dan lintasi tiap cone dengan baik sampai cone terakhir, dan balik ke awal sama sambil menggiring bola
  • Lakukan latihan ini secara bergiliran dan untuk meningkatkan kemampuan menggiring bola dapat ditambahkan cone tersebut

4. Variasi Gerak Spesifik Menyundul Bola

Menyundul bola sangat tergantung pada situasi yang terjadi ketika bermain, pemain bertahan menyundul bola dengan tujuan untuk menjauhkan bola dari area pertahanan, sedangkan bagi penyerang menyundul bola sebagai upaya untuk mencetak gol atau mengumpan kepada rekannya.

Amatilah rangkaian gerak menyundul bola berikut ini



Lakukan latihan menyundul bola berdasarkan dan petunjuk berikut :
  • Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua lemas disamping badan
  • Pandangan fokus terhadap arah datangnya bola
  • Pada saat bola datang usahakan tetap fokus dengan mata tetap terbuka
  • Sundul bola menggunakan dahi
  • Dorong bola dengan cara menggerakan otot leher ke arah depan
  • Menyundul bola dapat dilakukan sambil melompat.

Aktivitas 1 : Menyundul bola secara individu

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini




Lakukan latihan menyundul bola secara individu berdasarkan dan petunjuk berikut :
  • Pegang bola dengan menggunakan dua tangan
  • Lambungkan bola tegak lurus ke atas
  • Jika bola turun sambut dengan dahi dan arahkan bola ke atas dan sundul kembali dengan dahi
  • Jika bola turun dan tidak bisa disundul lagi, lambungkan kembali dengan kedua tangan
  • Lakukan latihan ini dengan bersungguh-sungguh untuk lebih menguasai kemampuan menyundul bola

Aktivitas 2 : Menyundul bola secara berpasangan

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini




Lakukan latihan menyundul bola secara berpasangan berdasarkan dan petunjuk berikut :
  • Berdiri saling berhadapan pada jarak 3 meter
  • Pegang bola oleh salah seorang, dan satu orang siap untuk menerima bola
  • Lambungkan bola tepat kea rah dahi teman,
  • Teman yang dihadapannya bersiap menyundul bola menggunakan dahi kea rah pelambung bola
  • Tangkap kembali bola, dan lambungkan kembali kea rah teman yang ada dihadapannya
  • Lakukan latihan tersebut secara bergilingan, misalnya tiap 10 sundulan dapat berganti peran yaitu pelambung menjadi penyundul dan penyundul menjadi pelambung.
  • Lakukan latihan bersungguh-sungguh untuk mendapat hasil maksimal

Aktivitas 3 : Menyundul bola secara berkelompok

Amatilah ilustrasi gambar di bawah ini






Lakukan latihan menyundul bola secara berkelompok berdasarkan dan petunjuk berikut:
  • Berdiri saling berhadapan pada jarak 3 meter
  • Pegang bola oleh salah seorang, dan satu orang siap untuk menerima bola
  • Lambungkan bola tepat kea rah dahi teman,
  • Teman yang dihadapannya bersiap menyundul bola menggunakan dahi kea rah pelambung bola
  • Tangkap kembali bola, dan lambungkan kembali kea rah teman yang ada dihadapannya
  • Lakukan latihan tersebut secara bergilingan, misalnya tiap 10 sundulan dapat berganti peran yaitu pelambung menjadi penyundul dan penyundul menjadi pelambung.
  • Lakukan latihan bersungguh-sungguh untuk mendapat hasil maksimal

5. Variasi Gerak Spesifik Lemparan ke Dalam

Lemparan ke dalam dilakukan di area samping garis lapangan, penyebab terjadinya lemparan ke dalam yaitu salah satu pemain menyentuh bola dan bola tersebut ke luar melaui garis samping lapangan. Lemparan ke dalam dapat dilakukan oleh semua pemain, namun hanya satu pemain yang memiliki kesempatan untuk lemparan ke dalam.

Amatilah gambar di bawah ini



Lakukan latihan lemparan berdasarkan dan petunjuk berikut :
  • Berdiri dengan kedua kaki rapat
  • Pegang bola dengan kedua tangan di bagian belakang bola
  • Angkat bola dan letakan di belakang kepala
  • Ayunkan kedua lengan secara bersamaan dan lepaskan bola Lakukan latihan dengan sungguh-sungguh agar dapat menguasai dengan baik

Melempar bola dapat dilakukan dengan menggunakan awalan, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil lemparan yang jauh. Berikut ini lemparan ke dalam menggunakan awalan.
  • Buatlah garis atau tanda pembatas ketika melempar bola
  • Mundur 4 langkah ke belakang bola
  • Pegang bola dengan kedua tangan
  • Pegang bola di depan dada dan langkahkan kaki dengan cepat
  • Ketika mendekati garis, tarik bola belakang kepala
  • Lepaskan bola diluar garis dengan kedua kaki rapat
  • Lakukan latihan latihan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat menguasai kemampuan melempar bola

6. Bermain Sepak Bola Modifikasi

Bermain sepak bola modifikasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak spesifik permainan sepak bola. Berikut ini permainan sepak bola modifikasi yang dapat dilakukan antara lain.

Aktivitas 1 : Bermain bola dalam lingkaran

Amati gambar di bawah ini




Berlatih menendang bola dalam lingkaran dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan gerak spesifik menendang bola dengan kaki bagian dalam, bagian luar dan punggung kaki. Amati dan coba praktikan latihan gerak menendang bola yang dilakukan dalam lingkaran berikut ini :
  • Buatlah kelompok kecil dengan jumlah 4 – 5 orang dan tiap kelompok satu bola
  • Peserta yang ada di dalam kelompok tersebut membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan
  • Bola di tendang ke berbagai arah dengan salah satu kaki, baik kaki kiri dan kaki kanan
  • Peserta lain yang menerima bola melakukan hal yang sama yaitu menendang bola ke berbagai arah
  • Bola yang ditendang dilakukan dengan tendangan menggunakan kaki bagian dalam, bagian luar dan punggung kaki
  • Agar ada unsur persaingan, tiap peserta yang tidak mampu mengembalikan bola sehingga bola keluar lingkaran tidak bola mengikuti kembali, begitu seterusnya sampai terdapat satu orang yang mampu menjadi juara dan mampu mengambalikan bola

Aktivitas 2 : Bermain bola 2 lawan 4 atau 3 lawan 5

Permainan 2 lawan 4 atau 3 lawan 5, dilakukan dalam bentuk lingkaran, dan sering disebut kucing-kucingan. Berikut atauran permainan dan cara bermainnya :
  • Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 6 – 8 orang
  • Tentukan 2 atau 3 orang yang bertugas untuk merebut bola, 4 atau 5 orang bertugas memainkan bola dengan cara menendang dan mengontrol bola dengan cara diundi atau sut.
  • Pemain yang bertugas merebut bola berada di tengah lingkaran, dan pemain lainnya membentuk lingkaran
  • Pemain yang bertugas memainkan bola dapat mengumpan ke teman yang ada disamping kiri, kanan dan di depannya dan tidak boleh sampai bolanya tersebut. Pemain yang bertugas merebut bola berupaya untuk menyentuh bola.
  • Jika bola dapat disentuh oleh lawan, maka perannya bergantian dari perebut bola dan pengumpan.
  • Lakukan latihan ini sampai dengan penuh kesungguhan untuk meningkatkan keterampilan bermain sepak bola.

Peluang Berat Persib, Lolos Fase 16 Besar ACL Two

 Warga Negara pencinta sepak bola tentunya berharap persib sebagai tim kebanggaan bobotoh bisa membawa nama baik dan menaikan peringkat Li...