Artikel ini membahas tentang cara menerapakan metode pembelajaran eksplisit di kelas. Umumnya materi yang akan disampaikan kepada peserta didik merupakan pengetahuan atau keterampilan baru dan sangat cocok menggunakan metode ini.
![]() |
| Demontrasi Pembelajaran Eksplisit |
Baca Juga : Peran Guru di Periode AI, 10 Tips Meningkatkan Motivasi Anak
Definisi Pembelajaran Eksplisit
Pembelajaran eksplisit merupakan salah satu
dari sekian banyak metode yang dapat di terapkan dalam proses pembelajaran. Hughes et al., (2017) menawarkan definisi konseptual tentang pembelajaran
eksplisit yang mencakup banyak komponen yaitu: “Pembelajaran eksplisit adalah
sekelompok perilaku pembelajaran yang didukung penelitian dan digunakan untuk
merancang dan menyampaikan pengajaran yang memberikan dukungan yang diperlukan
untuk keberhasilan pembelajaran melalui kejelasan bahasa dan tujuan, serta
pengurangan beban kognitif. Pembelajaran
eksplisit merupakan metode pembelajaran yang disampaikan secara sistematis
dengan jelas (ekplisit), seperti menyampaikan tujuan pembelajaran, disampaikan
melalui intruksi verbal dengan penekanan pada langkah-langkah kecil sehingga
peserta didik mendapatkan informasi atau pengetahuan awal. Guru selama
pembelajaran memberikan umpan balik melalui demontrasi, verbal dan visual kepada
pesera didik.
Komponen pembelajaran eksplisit
Hughes, at.al, (2017) menyatakan bahwa lima
komponen penting tersebut sebagai “pilar” yang menunjukan keunggulan
pembelajaran eksplisit serta dukungan pengajaran bagi siswa yang mengalami
kesulitan ketika mereka mempelajari konten yang tidak dapat mereka pelajari.
Adapun komponen penting yang harus diperhatikan oleh dalam pelaksanaan
pembelajaran eksplisit antara lain :
Memecah Pengetahuan atau Keterampilan kompleks
Penguasaan terhadap materi ajar sangat
penting, hal ini akan memberikan kemudahan bagi guru untuk mengalisis materi
tersebut. Semakin baiknya pemahanan guru akan memudahkan guru dalam memecah,
membuat segmentasi dan klasifikasi dalam menyusun materi dari mudah ke sulit.
Bagian yang dipecah tersebut menjadi urutas logis untuk mengurangi kompleknya
materi yang akan diajarkan sehingga peserta didik tidak menerima beban kognitif
yang berlebih. Misalnya materi tentang passing bola basket dibagi menjadi dua
jenis praktik belajar yaitu tanpa menggunakan bola (hanya gerakan pasing) dan
menggunakan bola basket.
Menarik Perhatian Siswa pada Fitur-Fitur Penting
Pada komponen ini, guru harus focus pada
penjelasan materi melalui verbal atau demonstrasi. Penjelasan materi yang
disampaikan dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan mudah dipahami peserta
didik. Bahasa yang jelas dan menggunakan kata kunci sebagai pengingat sepanjang
pelaksanaan pembelajaran. pengunaan bahasa yang jelas dan dipahami peserta
didik memberikan dampak yang signifikan bagi para peserta didik.
Kata kunci tersebut bisa dilakukan guru
dengan cara mengulang secara konsisten sepanjang pembelajaran. contohnya untuk
mengingatkan siswa tentang pembelajaran dalam mempraktikan dribbling dalam bola
basket ingatkan dengan kata “jebrag dan dorong” artinya siswa harus melebarkan
jari-jari tangan (jebrag) dan mendorong bola basekt ke lantai. Kata “jebrag dan
dorong” tersebut harus diulang-ulang guru selama praktik dribbling bola basket.
![]() |
| Penyampaian Kata Kunci |
Mendampingi dan Mengurangi Keterilibatan Secara Langsung
Mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru
keterlibatan guru dalam mendampingi peserta didik sangat penting. Guru
memberikan kesempatan awal bagi peserta didik untuk memahami dan mampu
mempraktikan keterampilan baru. Langkah selanjutnya yaitu guru memberikan
kesempatan belajar tanpa pendampingan yaitu belajar mandiri atau berkelompok
selama pembelajaran. selama keterlibatan ini guru memberikan petunjuk berupa
gerakan fisik, visual dan verbal
Memberikan Kesempatan untuk Merespon dan Menerima Umpan Balik
Sepanjang pelajaran eksplisit, respons siswa
sering diperoleh untuk meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa, serta
memberikan informasi kepada guru tentang seberapa baik siswa memahami dan
mempraktikan apa yang diajarkan. Pemantauan ketat yang dilakukan guru terhadap
respons siswa memungkinkan guru memberikan umpan balik afirmatif atau korektif
secara tepat waktu, dan memutuskan apakah akan melakukan penyesuaian terhadap
pengajaran.
Respon siswa dapat berupa kelompok, pasangan,
atau individu; dapat memerlukan modalitas yang berbeda (lisan, tertulis,
tindakan); dan dapat menunjukkan tingkat pemahaman atau pengetahuan yang
berbeda (misalnya, faktual, prosedural, konseptual, kondisional). Seperti
banyak komponen instruksi eksplisit, persyaratan untuk merespons dapat diubah
jika diperlukan (misalnya, penggunaan kerangka tulisan, permulaan kalimat, penyederhanaan
tingkat pertanyaan).
Belajar Mandiri untuk Mencapai Tujuan
Guru harus mampu merancang materi pembelajaran agar peserta didik mampu untuk belajar secara mandiri. Proses belajar mandiri harus tepat focus pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan diawal. Belajar mandiri dapat dilakukan secara individu, berpasangan ataupun berkelompok.
Menyusun Rencana Pembelajaran
Rencana
pembelajaran dibuat dalam dokumen berupa modul ajar atau rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Dalam RPP tersebut harus memuat beberapa komponen penting yaitu
:
Tujuan pembelajaran
Langkah
pembelajaran yang ditulis oleh guru harus berpedoman kepada tujuan pembelajaran
yang akan dicapai. Pada langkah ini, guru harus mampu membagi waktu untuk
dibagi ke dalam tiga langkah pembelajaran. Misalnya dalam 1 jam pelajaran (JP) 40
menit, dan guru akan mengajar 2 JP maka guru memiliki 80 menit untuk mengajar.
80 menit tersebut didistribusikan ke dalam tiga langah pembelajaran. Contohnya
15 menit untuk kegiatan inti, 50 menit untuk kegiatan inti dan 15 menit untuk
kegiatan penutup.
Pada kegiatan awa ini guru harus menguraikan kegiatan yang akan dilakukan pada praktik pembelajaran, seperti berdo’a, mengecek kehadiran siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik serta mengingatkan kembali materi sebelumnya.
kegiatan inti ini merupakan rangkaian kegiatan yang disusun guru untuk menyajikan materi berdasarkan tujuan yang akan dicapai menggunakan metode pembelajaran yang akan dicapai. kegiatan yang dilakukan menggunakan tahapan sesuai metode, strategi dan model pembelajaran. dalam pembelajaran eksplisit guru minimal memenuhi komponen dalam metode tersebut yaitu, guru harus membagi materi menjadi unit unit terpisah, guru harus mendampingi dan mengurangi keterlibatan selama pembelajaran, guru harus menggunakan bahasa dan kata kunci yang jelas dan mudah dipahami.
Adapun
strategi yang dapat dilakukan guru selama proses pembelajaran yaitu dengan
membuat kelompok diskusi, berpasangan atau mandiri sesuai dengan kebutuhan dari
materi tersebut.
Refleksi terhadap proses pembelajaran, membuat kesimpulan mengecek pemahaman peserta didik dan berdo’a adalah kegiatan yang dapat dilakukan selama penutupan.
Penilain
Penilaian
dilakukan untuk mengukur tingkat pencapaian peserta didik dalam memahami atau
kemampuan mempraktikan keterampilan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara seperti penilaian
tertulis, lisan atau praktik langsung. Adapun waktu penilaian dilakukan, selama
pembelajaran, setelah atau sesuai dengan jadwal yang disepakati.
Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksananaan
pembelajaran mengikuti alur atau langkah yang telah disusun dalam rencana
sebelumnya. Selama kegiatan Proses belajar mengajar, guru berpatokan pada
rencana terutama langkah pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, inti dan
penutup. Metode pembelajaran eksplist akan terlihat dari apa yang dilakukan
guru selama proses pembelajaran seperti membagi materi menjadi unit unit kecil,
pendampingan, menurunkan keterlibatan serta bahasa dan kata kunci yang
disampaikan.
Kesimpulan
Pembelajaran
eksplisit merupakan salam salah metode yang dapat diterapakan guru diberbagai
jenjang pendidikan dasar dan menengah. Metode ini menawarkan pengalaman peserta
didik belajar lebih menyenangkan dan dapat disesuaikan dengan tahapan perkembangan.
Pengetahuan dan keterampilan baru yang belum disampaikan kepada peserta didik
sangat cocok menggunakan metode pembelajaran eksplisit. Penyusunan rencana yang
disusun merupakan bentuk persiapan guru sebelum melaksanakan proses
pembelajaran. guru dalam melaksanakan pembelajaran harus berpedoman pada
rencana yang telah disusun.
.webp)
%20(1).webp)